AWALI AKTIVITAS DENGAN MENGINGAT ALLAH

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda: “Barangsiapa yang bangun dipagi hari

dan hanya dunia
yang difikirkannya,
sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak-hak الله
dalam dirinya

(tidak ber-Dzikir), maka الله akan menanamkan 4 penyakit :
1. Kebingungan
yang tiada putus-putusnya
2. Kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya,
3. Kebutuhan yang
tidak pernah terpenuhi
4. Khayalan yang tidak berujung.”
(Hadist Riwayat at-Thabrani)

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda:
“Barangsiapa menjadikan Akhirat sebagai harapannya,
niscaya اللهِ akan memberikan kepuasan
dalam hatinya, menghimpunkan segala impiannya dan dunia pun akan mendatanginya dengan merunduk.
Namun, barangsiapa menjadikan dunia
sebagai cita-citanya,
niscaya اللهِ akan
menjadikan kemiskinan
didepan matanya, membuyarkan segala impiannya, dunia pun tidak akan mendatanginya, melainkan apa yang telah ditentukan baginya”
(Hadist Riwayat At-Tirmidzi)

Kita sering berbangga
dengan pencapaian keinginan, padahal bisa jadi Itu hanya ujian hidup belaka dalam kehidupan kita.

MENELADANI RASULULLAH

“Sesungguhnya tela ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu….”
(Surat al-Ahzab : 21)

“… Ikutilah Dia (Rasulullah) supaya kamu mendapat petunjuk.
(Surat al-Araaf : 158)

Kehidupan kita ini harus selaras dengan perilaku dan mensuri teladani
Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم

Agar dapat mensuri teladaninya seharusnya kita sering dan selalu ber-shalawat kepada
Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم

Ber-Shalawat adalah salah satu cara untuk menanamkan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad
Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم

ber-Shalawat akan membuat seseorang rela berkorban dalam menuruti perkataan dan perbuatan Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم

Firman اللهِ:
A’uzubillahiminasy syaithonirrojiim

“Sesunggunya اللهِ
dan Malaikat-Malaikat-NYA ber-Shalawat untuk Nabi./Hai orang2 yang berIman, ber-Shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya
(Surat al-Ahzab : 56)

“Allahuma Shalli ala Muhammad”.

“Assalamu ‘alaika ayyuhan Nabi”

Sahabat-sahabat RF

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم
Lebih suka ummatnya
mengikuti Sunnah-sunnahnya.

Islam berkembang pesat karena kemulian Akhlaq
Nabi yang kita cintai
Muhammad Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم

RABBANA AAMANNAA
BIMAA ANZALTA
WAAT TABA’NAAR RASUULA FAAK TUBNAA
MA ‘ASY SYAAHIDIIN.

Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan dan telah kami ikuti Rasul, karena itu
masukkanlah kami
kedalam golongan orang-oran yang menjadi saksi. (tentang keesaan اللهِ)
(Surat al-Imran : 53)

Aamiin ya rabbal ‘alamiin‎

 BERSHAHABAT

Sahabat yang beriman merupakan   pengemban syariah, penyeru kejalan اَللّهُ, menyerukan kebajikan, dan mencegah kemungkaran.

 Sahabat2 RF :

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم   bersabda,
“Bersahabatlah dengan اللهِ,  bila tidak mampu,  bersahabatlah dengan orang-orang yang  bersahabat dengan اللهِ, agar engkau peroleh berqah mereka, yang menyebabkanmu  sampai pada berqah اللهِ”

{al-Hikmah}

Seorang Imam,  Pemberi Nasehat, Panutan di Zamannya:  Syeikh Abu Ustman Sa’id bin Ismail  al-Hiriy an-Naisaburi  (230-298H)  mengatakan :
“Bersahabat dengan اَللّهُ  adalah dengan senantiasa  merasakan Kebesaran-NYA dan senantiasa
merasa diawasi oleh-NYA.

  “Bersahabat dengan Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم   adalah dengan mengikuti  Sunnah-sunnahnya”

“Bersahabat dengan teman adalah senantiasa menyenangkannya selama bukan merupakan dosa”

“Dan bersahabat dengan orang-orang bodoh  adalah dengan mendo’akan dan kasih sayang  terhadap mereka”

av