Afwan Ustad. Mau tanya soal dana talangan haji. Apakah termasuk jual beli atau riba. Misal : punya dana 5 juta. yang 20 juta di talangin oleh instansi tertentu sehingga bisa didaftarkan haji. Aturannya : setoran flat perbulan selama 3 tahun. Dengan margin/keuntungan mereka menurun dan pokok kita naik. (Dari bulan pertama-terakhir) Nur Siroj - Cikarang Pertanyaan 2 : Ustad afwan mau nanya: Ada teman sy yg ngambil kredit rumah pake bank Konvensional tapi subsidi/cicilan plat, setelah 4 th berjalan istrinya pengen rumahnya dijual karena meyakini itu riba, tapi suaminya ga setuju karena khawatir keluarganya jadi terlantar. Karena keyakinannya, rumah itu kebutuhan pokok, susah lagi mencari rumah apalagi beli cash rasanya ga mampu, dengan harga rumah yang mahal. BAGAIMANA PENDAPAT USTAD DG KASUS SPT ITU? Syukran Yanyan - Bekasi

Jawaban 1: ustadz. Feri Firmansyah, Lc, M.E.Sy

Berkaitan dengan dana talangan haji yang berkembang pada lembaga keuangan syariah dewasa ini, berdasarkan informasi dan kajian beberapa ahli ekonomi syariah, terdapat 2 akad sekaligus. Yang pertama akad qardh (pinjam meminjam) dan ijaroh (jual beli jasa) Sementara itu ada hadits Rasulullah Saw bersabda, "setiap utang yang menghasilkan manfaat maka itu adalah riba" Karena prakteknya yang tidak sesuai dengan syariah, maka yang berkembang selama ini tidak sesuai dengan syariah. Tetapi berbeda halnya, jika dana talangan haji murni pinjaman, yg nantinya dikembalikan sesuai dg jumlah yg dipinjam, tanpa ada dana tambahan lainnya, maka diperbolehkan. Barangkali harus diketahui juga, bahwa syariat ibadah haji adalah bagi yang mampu. Jika kita paksakan, apalagi kita usahakan berangkat dengan cara yang tidak halal, maka akan sangat berpengaruh kepada kemabruran ibadah hajinya Wallahu alam

Jawaban 2: ustadz. Feri Firmansyah, Lc, M.E.Sy

Jika kredit rumah tersebut yakin dengan konvensional, kemudian ingin terbebas dari riba, diantara solusi yang bisa dilakukan adalah, kita bisa mendatangi pihak bank syariah, untuk pengalihan akad menjadi akad syariah. Biasanya akad yang ditawarkan adalah akad murabahah. Meskipun memang kekurangan lembaga keuangan syariah adalah dari sisi prosedur yang ditempuh, terkadang agak ribet. Kemudian cicilannya lebih besar daru pada konvensional. tapi tak mengapa, demi menyelamatkan kita dari akad yang tidak syariah Wallohu'alam  "/>

TENTANG DANA TALANGAN HAJI & KPR

Pertanyaan 1:
Afwan Ustad. Mau tanya soal dana talangan haji.
Apakah termasuk jual beli atau riba.

Misal : punya dana 5 juta. yang 20 juta di talangin oleh instansi tertentu sehingga bisa didaftarkan haji.

Aturannya : setoran flat perbulan selama 3 tahun. Dengan margin/keuntungan mereka menurun dan pokok kita naik. (Dari bulan pertama-terakhir)

Nur Siroj – Cikarang

Pertanyaan 2 :
Ustad afwan mau nanya:
Ada teman sy yg ngambil kredit rumah pake bank Konvensional tapi subsidi/cicilan plat, setelah 4 th berjalan istrinya pengen rumahnya dijual karena meyakini itu riba, tapi suaminya ga setuju karena khawatir keluarganya jadi terlantar. Karena keyakinannya, rumah itu kebutuhan pokok, susah lagi mencari rumah apalagi beli cash rasanya ga mampu, dengan harga rumah yang mahal.

BAGAIMANA PENDAPAT USTAD DG KASUS SPT ITU? Syukran

Yanyan – Bekasi

Jawaban 1:
ustadz. Feri Firmansyah, Lc, M.E.Sy

Berkaitan dengan dana talangan haji yang berkembang pada lembaga keuangan syariah dewasa ini, berdasarkan informasi dan kajian beberapa ahli ekonomi syariah, terdapat 2 akad sekaligus.

Yang pertama akad qardh (pinjam meminjam) dan ijaroh (jual beli jasa)

Sementara itu ada hadits Rasulullah Saw bersabda, “setiap utang yang menghasilkan manfaat maka itu adalah riba”

Karena prakteknya yang tidak sesuai dengan syariah, maka yang berkembang selama ini tidak sesuai dengan syariah.

Tetapi berbeda halnya, jika dana talangan haji murni pinjaman, yg nantinya dikembalikan sesuai dg jumlah yg dipinjam, tanpa ada dana tambahan lainnya, maka diperbolehkan.

Barangkali harus diketahui juga, bahwa syariat ibadah haji adalah bagi yang mampu. Jika kita paksakan, apalagi kita usahakan berangkat dengan cara yang tidak halal, maka akan sangat berpengaruh kepada kemabruran ibadah hajinya

Wallahu alam

Jawaban 2:
ustadz. Feri Firmansyah, Lc, M.E.Sy

Jika kredit rumah tersebut yakin dengan konvensional, kemudian ingin terbebas dari riba, diantara solusi yang bisa dilakukan adalah, kita bisa mendatangi pihak bank syariah, untuk pengalihan akad menjadi akad syariah. Biasanya akad yang ditawarkan adalah akad murabahah.
Meskipun memang kekurangan lembaga keuangan syariah adalah dari sisi prosedur yang ditempuh, terkadang agak ribet. Kemudian cicilannya lebih besar daru pada konvensional. tapi tak mengapa, demi menyelamatkan kita dari akad yang tidak syariah

Wallohu’alam