KENALI & JAUHI KEMUNAFIKAN

JAUHI KEMUNAFIKAN

Munafiq adalah bentuk isim fa’il dari نافق yang asalnya dari kata نفق.

Di dalam kitab Mufradat Alfadhil Qur’an (مفردات الفاظ القران) bahwa ma’na نفق adalah sebagai berikut:
1. نفق : نفد, مضي ‘
NAFAQO yang berarti habis, maka habis di sini dapat diartikan dengan ma’na yang berbeda-beda sesuai dengan konteksnya.

Di bawah adalah contoh-contok yang menunjukkan makna “habis” yang berbeda-beda, yaitu:

• Apabila dalam konteks jual-beli maka artinya adalah laris, contoh:البيع نفاقا نفق artinya adalah jual beli tersebut laris.

• Apabila dihubungkan dengan makhluk maka yang dimaksud ‘habis’ adalah kematian (الموت), contoh: نفقت الدابة نفوقا artinya adalah binatang-binatang melata itu mati.

• Apabila dihubungkan dengan benda maka yang dimaksud dengan “nafaqa” di sini adalah punah yang dalam bahasa Arabnya adalah الفناء , contoh: الدراهم نفقت , artinya dirham-dirham tersebut telah habis.

2. نفق : النفاق
apabila ‘nafaqa’ bermakna “an-nifaq” maka maksudnya adalah orang munafik yaitu orang yang masuk ke dalam syari’at pada pintu tertentu dan keluar dari pintu yang lain.

Sebagaimana dalam surat at-Taubah : 67, yaitu:
الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Artinya : “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian mereka dengan sebagian yang lain adalah sama. Mereka memerintahkan kepada kemunkaran dan melarang dari kebaikan dan mereka menggenggam tangan mereka. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah pun telah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik adalah orang-orang yang fasik.”

Maksud dari المنافقون pada ayat di atas adalah orang-orang yang keluar dari syari’at Islam. Dalam kitab “Lisanul ‘Arab” telah disebutkan bahwa نافَقَ يُنافِق مُنافقة ونِفاقاً وهو مأْخوذ من النافقاء لا من النَّفَق وهو السَّرَب maksudnya adalah lafadh ‘naafaqa’ berasal dari kata an-naafiqa’ yang berarti lubang. Yang dimaksud lubang di sini adalah lubang yang dijadikan tempat persembunyian. Pada masa rasulullah, banyak orang yang menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran. Inilah yang disebut dengan munafik dalam agama.

Lalu bagaimana karakter munafiq di dalam Al-Qur’an?
1. Malas beribadah dan beribadah karena riya (ingin dilihat orang)
Perhatikan QS.An-Nisa: 142

2. Pendusta. Lain di hati lain di mulut, upaya manipulasi dan penuh kepura-puraan.
Perhatikan QS.Al-Munafiquun: 1
Perhatikan QS.Al-Baqarah:14

3. Selalu mencela orang Mukmin saat beramal apalagi ketika tidak beramal.
Jika seorang mukmin berbuat kebaikan dicela dengan berbagai dalih diantaranya dengan menyebut dia beramal krn ria dan pamer (pencitraan), namun jika seorang mukmin tidak beramal celaann dan hujatannya akan semakin dahsyat.
Perhatikan QS.At-Taubah: 79

4. Orang yang takut dalam medan perang dan senantiasa beralasan agar tidak mengikutinya. Bahkan mengajak orang-orang mukmin agar tidak ikut perang atau menjadi lemah niatnya.
Perhatikan QS.At-Taubah:93
Perhatikan QS.At-Taubah: 81

5. Orang yang suka menyebar berita bohong/mengatakan yang tidak semestinya, inilah dakwahnya orang-orang munafiq yang pada akhirnya tidak menginginkan Islam Berjaya.
Perhatikan QS.Al-Ahzab: 12

6. Mengolok-olok pesan2 Al-Qur’an.
Perhatikan QS.An-Nisa:140

Saudara-saudariku yang dimuliakan Alloh Subhanahu wa Ta’ala, setelah membaca dan mengetahui karakter diatas maka mari kita berlindung kepada Rabbunaa agar termasuk kedalam golongan yang selamat, hati yang selamat, serta prilaku yang selamat.

Hati-hati dengan lisan kita yang mudah bermanis kata, namun abai terhadap kesucian hati. Hati-hati terhadap perkataan kita yang ternyata menyakiti saudara sesama muslim bahkan tanpa sadar kita merendahkan saudara kita dan bangga terhadap diri sendiri (walau tanpa kita sadari). Hati-hati dengan prilaku kita yang mengusik saudara kita. Hati-hati dengan amalan ibadah kita yang amat sedikit dan penuh kemalasan. Hati-hati dengan eksistensi kita yang ternyata ingin dilihat orang. Hati-hati dengan jebakan dunia yang melalaikan kita dari kekalnya akhirat. Hati-hati dengan semuanya…karena semuanya itu bisa jadi cerminan dakwahmu.

Gejala kemunafikan adalah penyakit dan tantangan berat dalam persatuan umat Islam, karena akan menghalangi kebangkitan Islam.

Islam akan bangkit dengan mudah jika saja tak ada penyakit kemunafikan dlm tubuh umat yang merongrong

Itulah mengapa Syaikh Amru Kholid dalam kitabnya khowatir Qur’aniyaah menyebutkan bahwa tujuan besar dalam juz 28 adalah kebangkitan umat Islam. Hanya saja dijuz 28 pula Alloh menyisipkan surat yg bernama Al-munafiqun.. sebagai kesiapsiagaan kita akan keniscayaan adanya penghambat dlm kebangkitan..serta memotivasi agar umat Islam harus cerdas dalam siasat dan mengetahui siasat2 lawan

Hasan al-Basry, pernah meriwayatkan, “Hanya orang yang beriman yang takut dari kemunafikan, dan hanya orang munafik yang merasa aman darinya (kemunafikan).”(Shahih Al Bukhari)

Dalam hal menghadapi para munafik itu, para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam punya do’a khusus untuk menghindari orang munafiq.

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ ، وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ ، وَلِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ ، وَعَيْنِي مِنَ الْخِيَانَةِ ، فَإِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ ” .

“Wahai Allah bersihkanlah hatiku dari nifaq, (bersihkanlah) amalku dari riya, (bersihkanlah) lisanku dari dusta, (bersihkanlah) mataku dari pengkhianatan. Sesungguhnya Engkau mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan didalam dada.” (HR. Hakim)

Adalah benar Rasulullāh ﷺ pada akhirnya ditegur oleh Allāh ﷻ Karena hendak menyolatkan jenazah pimpinan orang munafiq, Abdullah bin salul. Dlm hal ini yg jelas-jelas kemunafikannya. (Nifaq i’tiqodi) Yg memang tidak ada iman dihatinya.

Adapun penyakit umat Islam dewasa ini mungkin masuk dlm kategori nifak Amali.

Dan ini jadi kehati hatian bagi kita, serta memotivasi kita agar sering mengadakan dialog dan diskusi dengan sekitar.. banyak dari mereka yang sejatinya kurang sentuhan dakwah.

Sebarkan salam dan silaturrahim

Wallohu ‘alam
Fitrah Meutia, S.Th.I

__Posted on
__Categories
Tafsir AlQuran