Khutbah Jumat 9 Juli 2021

 

 

بسم الله الرحمن الرحيم

KHUTBAH JUMÁT

DAHSYATNYA SILATURAHIM

@KangGuru Uus Mauludin

 

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

            Segala puja dan puji hanyalah milik Allah taála sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulillah shollaohu álaihi wasallam dan seluruh pengikjutnya hingga akhir zaman semoga kita senantiasa menjadi orang yang bersyukur dan istiqomah mengikuti sunnah nabi Muhammad sholllaohu alaihi wasallam sukses berkah mati dalam kondisi husnul khotimah berjumpa dengan Nabi Muhammad di yaumil hisab mendapatkan syafaatul uzhma darinya dan diperkenankan memasuki surga firdausil ala bersama sama tanpa hisab aamiin

Selaku khotib saya berwasiat khususnya pada diri saya dan umumnya bagi semua agar senantiasa menjadikan taqwa sebagai bekal kehidupan yang dengannya Allah taala berikan solusi ats segala masalah yang kita hadapi

Hadirin kaum muslimin rahimakumullah…

Pada kesempatan kali ini khotib ingin mengajak semua pihak mengkaji dan menghayati tema;

DAHSYATNYA SILATURAHIM

Ada dua hal yang yang jika terus di jaga maka akan terhindar dari kehinaan, murka Allah taala dan nestapa, dua hal itu adalah hablun minallah dan hablun minannas, hablun minallah yaitu menjaga hubungan baik dengan Allah taala dengan terus meningkatkan berbagai ibadah kepadaNya adapun hablun minannaas dengan terus menjaga hubungan baik dengan manusia lainnya yang diantaranya adalah dengan silaturahim;

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ اَيْنَ مَا ثُقِفُوْٓا اِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللّٰهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ الْاَنْبِۢيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ

  1. Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.

Silaturahim diantara ajaran ajaran Islam yang harus dijaga bahkan siapa yang tidak melakukannya bisa menjadi fasiq dan merugi sebagaimana di jelaskan oleh Imam Ibnu Katsir ketika membahas surat Al Baqarah ayat 26-27;

۞ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَحْيٖٓ اَنْ يَّضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۚ وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهٖ كَثِيْرًا وَّيَهْدِيْ بِهٖ كَثِيْرًا ۗ وَمَا يُضِلُّ بِهٖٓ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَۙ الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

Terjemah Kemenag 2002

  1. Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik,
  2. (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

Silaturahim adalah jalinan kasih yang senantiasa di jaga, hati bertemu hati, jiwa bertemu jiwa sehingga saling mengasihi dan menyayangi karena gelombang jiwanya senantiasa tersambung dalam bingkai ilahi dan inilah yang akan menjadikan fikir tersambung, program program tersambung bahkan saling memberikan hadiah karena berasal dari hati dan jiwa yang tersambung; silaturahim yang berdasarkan pada keiman akan menjadikan shilatul fikrah (tersambungnya pemikiran) yang kuat sehingga menghadirkan shilatul ‘amal wal harakah ( tersambungnya amal, kegiatan dan program) yang terus menearus (mutawashil) dari sinilah lahir pribadi yang kuat, keluarga yang kuat, komunitas yang kuat, lingkungan yang kuat bahkan bangsa yang kuat karena menjaga silaturahim dalam bingkai iman, berbangsa dan bernegara serta kemanausiaan secara umum

Ada hal yang menarik terkait dengan shiaturahim sebagaimana yang di sabdakan oleh Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wasallam;

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”

Hadits ini di riwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya, Kitabul Adab, bab Man Busitha Lahu Minar Rizqi Bi Shilatirrahim (10/429)

 

Hadits tersebut sangatlah unik karena menyambungkan antara silaturahim dengan keluasan rizki dan dipanjangkan umur yang hari ini kita bisa mengejawantahkan silaturahim secara lebih luas bukan hanya bertemu secara ragawi tapi bertemu secara maya dengan berbagai media social yang ada maka siapa yang mampu membangun markom (marketing communication) dengan bagus dan luas merekalah orang orang yang berpotensi kokoh dalam jaringan bisnisnya

Pengokohan silaturahim dengan berbagai bingkai dan sarana yang ada  menegaskan kepada kita bahwa tidak ada hal lain yang di lahirkan oleh silaturahim kecuali hanya kebaikan oleh karena itu sesibuk apapun aktifitas harian kita; terus jaga dan kokohkan silaturahim terutama dengan orang tua atau teman dekat orang tua jika orang tua sudah tiada, saudara senasab, tetangga dekat terlebih di saat wabah terus merebak yang semoga dengan mengokohkan hablun minalloh (memperkokoh hungan dengan Allah taala dengan melangitkan doa) dan hablun minannas (mengokohkan ikatan dengan manusia lainnya dengan membumikan ikhtiar), semoga Allah ta’ala segera mengangkat wabah dan menjauhkan kita semua dari segala penyakit dan marabahaya aamiin

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ,
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Kaum muslimin rahimakumullah

Demikian khutbah yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat, terutama bagi diri kami dan jama’ah sekalian, semoga Allah ta’ala sehatkan jiwa raga kita dan istiqomah dalam menegakkan Islam, mengokohkan NKRI dan menebar kebaikan kepada seluruh manusia aamiin

اَللَّهُـمَّ إِنيِّ أَعوُذُ بِكَ مِنْ عَذاَبِ جَهَنَّمَ،وَمِنْ عَذاَبِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْـنَةِ الْمَحْياَ وَالْمَماَتِ وَمِنْ فِتْـنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجاَّلِ إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًااَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْن

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامً رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Close Menu