KEUTAMAAN TAUBAT

KEUTAMAAN TAUBAT

بسم الله الرحمن الرحيم
Jum’at, 3 Januari 2020 M
Khutbah Jum’at
PT. AHM Karawang

KEUTAMAAN TAUBAT
@KangGuru

Bada Hamdalah, sholawat, syahadat dan wasiat Taqwa

Siapa yang tidak pernah melakukan salah dalam hidupnya?

Tak seorang pun manusia yang tak pernah berdosa kecuali Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam yang telah makshum, manusia pertama yaitu Nabi Adam ‘alaihis salam begitu luar biasa karena telah memberikan contoh terbaik kepada kita, ketika istrinya berdosa ia yang memohon ampun kepada Alloh ta’ala:

Al Qur’an surat Al Baqoroh ayat 37

فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Al Qur’an surat Al ‘Arof ayat 23

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Begitu pula Nabi Yunus alaihis salam yang terus bermunajat di dalam perut ikan dengan doa:

Al Qur’an surat Al Ambiya ayat 87

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Nabi Muhammad Shollalohu alaihi wasallam yang telah di jamin masuk surga ternyata beliaupun tak pernah berhenti memohon ampun kepada Alloh ta’ala yang dalam sehari semalam tak kurang dari 100 kali

وعن الأَغَرِّ بْن يَسار المُزنِيِّ رضي الله عنه قال: قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “يَا أَيُّها النَّاس تُوبُوا إِلى اللَّهِ واسْتغْفرُوهُ فإِني أَتوبُ في اليَوْمِ مائة مَرَّة” رواه مسلم

Dari Al Aghor bin Yasar AlMuzniy rodhoyallohu anhu berkata: bahwa Rosulloh Shollalohu alaihi wasallam bersabda: wahai seluruh manusia bertaubatlah dan memohon ampunlah padaNya sesungguhnya aku terus meminta ampun dalam sehari tidak kurang dari 100× HR. Muslim

Sungguh sangat luar biasa para Nabi dan Rosul itu, karena mereka telah memberikan contoh terbaik untuk kita semua

Taubat secara bahasa terambil dari kata taaba yang artinya kembali, seseorang yang melakukan dosa kemudian dia bertaubat seakan dia telah melenceng jauh dari rel kehidupan semestinya kemudian dia kembali pada rel fitrah kehidupannya

Dosa dan pertaubatan

1. Bertaubat karena menzolimi diri

Alloh ta’ala telah menganugerahkan kenikmatan yang sangat banyak baik jasad, fikir dan jiwa kepada kita, akan tapi terkadang jasad ini kita di gunakan untuk bermaksiat padaNya: maka melihat maksiat, telingat bermaksiat, fikir bermaksiat dan bahkan jiwa jauh dari Alloh ta’ala bahkan ketika sholatpun: jasad menghadap kiblat tapi hatinya terus mengingat dunia astaghfirullah

Wajar jika hidup jauh dari ketenangan karena memang terlalu banyak kita menzholimi diri kita sendiri, maka cara bertaubatnya adalah dengan terus mengingat Alloh ta’ala dan mwlojon ampun padanya

Al Qur’an surat Ar Ro’du ayat 28

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

2. Bertaubat karena menzolimi orang lain

Menzholimi orang lain di luar diri kita termasuk istri, anak, saudara atau siapapun

kita melakukan kesalahan atau kita membiarkan mereka dalam kubangan dosa tanpa memberikan nasehat arahan dan bimbingan kepada mereka, suami yang membiarkan istrinya dan anak anaknya membuka aurat sejatinya sedang menzholimi diri dan orang lain yang darinya dia sedang terus memproduksi amal salah jariah maka walaupun dia sudah meninggal balasan kesalahannya akan terus di transfer padanya ( passive income dosa )

3. Bertaubat karena menzolimi alam

Al Qur’an surat Ar Rum ayat 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Bahkan dalam Al Maidah ayat 32 secara tegas perusakan alam adalah kejahatan sosial yang luar biasa;

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.

Maka pelestarian alam menjadi perhatian syariat Islam, yang darinya standar kesholehan seseorang dalam Islam bukan hanya di lihat dari seberapa bagus dan lama sholatnya akan tetapi juga seberapa peduli nya ia terhadap lingkungan dan alam di sekitarnya, Mari jaga lingkungan sekitar untuk kehidupan yang lebih baik

Taubat yang sempurna biasa disebut dengan taubatan nashuha, Imam Nn Nawawi Ad Dimasyqi dalam kitab Riyadhus Sholihin menjelaskan bahwa taubatan nasuha mencakup: 1. Menyesal, 2. Berhenti dari dosa, dan 3. Bertekad untuk tidak mengulanginya.

Q.S 66:8
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Mari bertaubat sebelum terlambat karena dengan bertaubat kita akan selamat dunia akhirat

Al Qur’an surat An Nur ayat 31

………. وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

……..Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.

استغفر الله العظيم الذي لا اله الا هو الحي القيوم و اتوب اليه

ربنا اغفر لنا ذنوبنا ولوالدينا وللمؤمنين يوم يقوم الحساب

والله اعلم بالصواب

Close Menu